Sempu – Masyarakat Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi kembali menggelar tradisi tahunan Tasyakuran dan Bersih Dusun. Acara adat yang sarat akan nilai budaya dan spiritual ini berlangsung khidmat di Balai Dusun Parastembok, Kampung Purworejo, pada Kamis malam (7/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang antusias mengikuti jalannya ritual adat.
Kepala Desa Jambewangi, Maskhur, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa bersih dusun bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, keselamatan, dan kemakmuran yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Selain sebagai bentuk rasa syukur, momen ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan gotong royong antarwarga Dusun Parastembok,” ujar Maskhur.
Sinergi Aparat dan Tokoh Masyarakat
Acara ini juga dihadiri oleh Babinsa Desa Jambewangi Serka Madroji, Bhabinkamtibmas Aipda Sunaryo, serta anggota BPD Desa Jambewangi, Ipok. Kehadiran tiga pilar desa ini menegaskan dukungan penuh aparat terhadap kelestarian adat lokal sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.
Serka Madroji, mewakili Koramil 0825/19 Sempu, mengapresiasi kekompakan warga dalam mempertahankan tradisi ini.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Selain melestarikan budaya bangsa, kegiatan ini menjadi simbol persatuan warga dalam menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan mereka,” kata Serka Madroji.
Tradisi Turun-Temurun di Bulan Syawal
Secara adat, Bersih Dusun merupakan upacara selametan yang dilakukan secara turun-temurun sejak zaman leluhur. Tradisi ini rutin dilaksanakan setahun sekali, tepatnya pada bulan Syawal dalam penanggalan Islam atau Jawa.
Dalam esensi budayanya, ritual ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada danyang atau leluhur pembuka desa, sekaligus doa bersama memohon perlindungan kepada Allah yang maha kuasa agar seluruh warga dijauhkan dari segala marabahaya (tolak bala).
Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Dusun Parastembok, Suprapto, beserta seluruh perangkat dusun, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh pemuda (toda) ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga akhir kegiatan.
