Gambiran, 10 Desember 2025 – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dalam mendukung upaya pemerintah daerah untuk pengentasan kemiskinan kembali ditegaskan. Kapten Inf Sumitro Pujatmiko,SE Komandan Rayon Militer (Danramil) 06 Gambiran dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi menghadiri Rapat Evaluasi dan Monitoring (Evmon) Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu Tingkat Kecamatan/Kelurahan.
Rapat penting tersebut diselenggarakan oleh Kecamatan Gambiran di Balai Desa Yosomulyo pada hari Selasa, 09 Desember 2025. Acara ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program-program yang telah berjalan serta mengidentifikasi kendala dan tantangan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Inf Sumitro Pujatmiko,SE menyampaikan bahwa peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) sangat strategis dalam membantu validasi data kemiskinan di tingkat desa.
“Data yang akurat adalah kunci keberhasilan setiap program. Babinsa kami siap bersinergi dengan aparat desa, Bhabinkamtibmas, dan stakeholder terkait untuk memastikan bahwa penerima bantuan adalah mereka yang benar-benar membutuhkan, sesuai dengan data terpadu,” ujar Danramil.
Rapat ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Banyuwangi Bapak Suwito, Camat Gambiran, Kapolsek Gambiran serta Kepala Desa Se wilayah Kecamatan Gambiran.
Kehadiran Danramil dalam rapat ini juga menegaskan peran TNI di luar tugas pokok pertahanan, yaitu dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Danramil 06 Gambiran menyatakan bahwa dukungan nyata telah diberikan melalui berbagai program teritorial, seperti mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk mendukung ketahanan pangan keluarga miskin.
“Kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian integral dari solusi masalah sosial ekonomi di wilayah teritorial kami. Dengan gotong royong dan sinergi yang kuat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh komponen masyarakat, kita optimistis dapat menekan angka kemiskinan secara signifikan,” tutup Kapten Inf Sumitro Pujatmiko, SE
Hasil dari rapat evaluasi dan monitoring ini diharapkan menjadi dasar untuk perbaikan strategi dan optimalisasi alokasi sumber daya pada program penanggulangan kemiskinan di masa yang akan datang.
